Apakah Yang Dimaksud Surat Sebagai Bukti Historis? Perkembangan Surat Menyurat di Indonesia

Diposting pada

Apakah yang dimaksud surat sebagai bukti historis?Hanya sebagian kecil masyarakat yang tahu bahwa tanggal sembilan Oktober telah dinobatkan sebagai hari surat-menyurat sedunia. Banyak orang yang lebih memilih menggunakan media SMS maupun beberapa fasilitas penyampaian pesan melalui media Online lainnya.

Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan surat yang dinilai kurang praktis, lebih lama, menguras kantong dan sebagian besar menganggap kegiatan surat-menyurat merupakan hal yang kuno. Tapi, jangan salah. Di balik kesan kuno tersebut justru membuat surat menjadi hal yang unik, kaya akan nilai historis dan tentunya sangat menarik untuk menjadi bahan koleksi oleh orang-orang yang memiliki hobi mengoleksi barang-barang kuno.

Nah, bagi kamu yang ingin tahu tentang apakah yang dimaksud surat sebagai bukti historis, pada artikel kali ini saya akan mengulasnya. Yuk simak bersama!

Apakah Yang Dimaksud Surat Sebagai Bukti Historis?

Apakah Yang Dimaksud Surat Sebagai Bukti Historis?

Napak Tilas Perkembangan Surat di Beberapa Belahan Dunia

Tanpa kita sadari, sebuah perkembangan peradaban manusia tidak pernah lepas dari kegiatan komunikasi. Baik secara verbal maupun nonverbal.

Dimulai dari pertukaran informasi dari mulut ke mulut yang kemudian semakin berkembang. Menggunakan kertas sebagai media untuk saling bertukar informasi atau yang sekarang lebih dikenal dengan surat-menyurat.

Perkembangan surat di berbagai belahan dunia tentunya memiliki nilai historis masing-masing, yang tentunya sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Nah, sesuai dengan janji saya di awal perjumpaan tadi, saya akan sedikit berbagi cerita tentang apakah yang dimaksud surat sebagai bukti historis.

Berikut ulasannya:

1. Mesir Kuno

Pada abad 2000 sebelum Masehi Mesir sudah menggunakan sistem pos dengan media daun papyrus yang dilapisi dengan kulit binatang/ kain/ sayuran/ tanah liat. Yang kemudian dibakar sebagai amplopnya untuk meningkatkan keamanan isi surat.

2. Dinasti Chou

Berbeda dengan Mesir, di Cina surat mulai digunakan oleh Dinasti Chou sejak abad 12-SM. Mereka menggunakan surat untuk saling bertukar komunikasi dengan kerajaan Romawi.

Mereka menggunakan jasa kurir dengan menggunakan kuda sebagai alat transportasi tercepat pada saat itu agar surat dapat dikirimkan dengan cepat ke tujuan meski dengan jarak yang cukup jauh sekalipun.

3. Romawi

Dipimpin oleh Kaisar August, pada abad ke 14 Romawi membangun beberapa stasiun tempat kurir pengantar surat. Setiap jarak tujuh puluh mil dalam periode 24 jam dan jalan pos untuk mempermudah layanan pos dalam jangkauan luas.

Khususnya untuk seluruh dataran Mediterania demi dapat menyaingi layanan pos milik Cina juga tentunya. Namun sayangnya proyek tersebut menuai kegagalan.

4. India

Awal kemajuan dunia surat menyurat mulai lebih mutakhir bermula dari terbosan yang dibuat oleh negara India. Menggunakan merpati pos sebagai pengganti kurir dan kuda sebagai modal pengantar transportasi surat menyurat.

Merpati pos ini dinilai lebih efisien dan cepat dibandingkan metode yang digunakan sebelumnya. Pada mulanya merpati pos ini sekadar digunakan oleh para tentara saja. Namun lambat laun ketika masyarakat sudah mulai mengetahui metode ini mereka juga ikut menggunakannya.

Perkembangan Surat-Menyurat di Indonesia

Tak kalah dengan negara di belahan dunia lainnya, Indonesia juga telah mengenal surat sejak lama. Bahkan ketika kerajaan Tarumanegara, Sriwijaya dan Majapahit mulai terbentuk. Sejak saat itu pula kegiatan surat menyurat mulai sering dilakukan oleh masyarakat luas.

Perkembangannya pun semakin meningkat sejak pemerintahan Kolonial mengakar kuat di Indonesia, mereka mengenalkan perangko pada abad ke 19 di Britania Raya dan menyebarluaskan metode tersebut di Indonesia.

Tak berselang lama, muncul metode ARPANET sebagai terobosan terbaru yang dikenalkan oleh Amerika Serikat dalam dunia surat-menyurat untuk kalangan institusi militer dan pendidikan pada tahun 1968 yang semakin mutakhir.

Metode ini mengalami puncaknya pada tahun 1980-an dan berganti nama menjadi email atau dalam bahasa Indonesianya dapat kita sebut surel (surat elektronik).

Sayangnya, semakin pesatnya kemajuan teknologi tersebut telah membuat beberapa orang melupakan nilai historis surat dan lebih memilih menggunakan surat elektronik yang bisa dikirim melalui perangkat komputer ataupun gawai (smartphone).

Salah satu dampak terbesar dari perubahan zaman adalah berkurangnya minat masyarakat menggunakan surat sebagai alat berbagi informasi, sekaligus menggerus lapangan kerja yang berkaitan dengan surat-menyurat.

Bagaimana, pertanyaan perihal apakah yang dimaksud surat sebagai bukti historis sudah kamu peroleh lewat artikel ini?

The following two tabs change content below.
Gambar Gravatar

Indo Surat

Gambar Gravatar

Latest posts by Indo Surat (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *